My Story Tale

Sometimes Comfortable and Sometimes Not

8:32 AM

This time I will write about the comfort of my own home on my own. actually not much I can write because it is included in privacy.
Writing is also a little different this time. I write with the English language. but that does not mean my english good. My english is not so good but I always try to put it into practice in my daily. So if my writing in the English language there is something wrong, please let me know.
Okay, I'll start the story.


"HOME". What can you expect from that word? Of course a lot of things you can imagine. Well how about we take one example. I'll affirmed, HOUSE usually associated with comfort which is owned by the occupants of the house. People, homes, and comfort. I think three words are related. Homes that will be occupied by a person, surely he will make the house look comfortable. Least comfortable for himself.

So am I.. I'm trying to make my house feel comfortable to me. And I got it. And I let it go. Huft, so many things can I do to make my house comfortable. Yep, all the things that could happen if I possessed their own homes. In fact, I still live with my parents.

When my parents was still working, I find comfort in the home but the amenities are lacking. Because at that time I was a kid and still do not understand the words "comfort of home"

You know, is still a lot I want to tell about this but at the time I write this I get a bottleneck. The obstacle is the business college. A week ago I remember about writing that this is still stored in the draft. I want to move on but I've been trying to remember what I want to write here. I remember 2 days and no results. So, I decided to continue with this kind of explanation. I forgot what I wanted to write before. And I've decided to post that in not too long in my

 draft. I apologize for my forgetfulness on my own writing this.

My Story Tale

Baru Rencana Dan Belum Tentu

8:21 PM

Waaaaah, kuliah udah libuuuurrrr!!!!!! Yiipeee!!! HOLIDAY WE ARE COMING!!!! Iya setidaknya itulah yang aku dan teman-temanku bilang pada waktu UAS berakhir. Libur kuliah dari semester 2 ke semester 3 itu adalah selama 3 bulan. Mantaap!!! Mau liburan itu mah pasti mantaap!!!
Ada yang rencana holiday-nya keluar kota, keluar negeri, jalan-jalan kesana kesini, dan ada juga yang liburannya cuma di kota tempat mereka tinggal tapi dari hari ke harinya disusun kayak jadwal kegiatan selama liburan. Waaw!
Sebenarnya aku dan teman-temannya juga punya planning holiday sendiri yang tadinya ingin kami lakuin bareng gitu.
"Kota Solvang" itu tempat liburan yang aku recommend-kan kepada teman-temanku saat kami lagi nentuin tempat liburan bareng kami.
Tadinya aku tak tahu apa-apa tentang kota Solvang. Pertama aku mengenal kota Solvang itu gara-gara aku pernah menulis cerita fiksi yang mana didalam cerita berlokasi di Kota Solvang, Amerika Serikat. Iseng-iseng nyari di google tempat wisata dan dapatlah kota Solvang. Ketika aku mencari tahu tentang kota itu secara umum, aku pun tertarik untuk menggunakan lokasi kota tersebut dalam sebuah cerita fiksi yang aku buat. Selama dalam pembuatan cerita, ternyata selain menceritakan konflik yang terjadi. Aku juga sedikit mendeskripsikan tentang keadaan kota Solvang itu sendiri. Sebagai penulis pemula dan amatir, aku tak mau mengarang cerita asal mengenai kota negara lain ataupun kota di negara sendiri. Jadi hal itu menuntunku untuk mencari tahu tentang kota Solvang lebih detail lagi.
Setelah selesai aku menulis cerita yang berlokasi di kota Solvang, aku pun mempunyai keinginan untuk bisa menghabiskan masa liburku disana. Hanya membayangkan kota Solvang dari cerita yang kubuat, aku berpikir kalo kota Solvang adalah kota yang indah. Jadi, pada saat aku chitchat bersama teman-temanku, aku kepikiran untuk menjadikan kota Solvang, California, Amerika Serikat sebagai tempat tujuan wisata kami. Dan aku juga berencana untuk mengajak teman-temanku ketempat yang sangat menjadi daya tarikku kesana.
Di kota Solvang ada sebuah desa kecil yang suasananya seperti di Denmark. Desa itu terletak di Santa Barbara, California, Amerika Serikat. Nah desa itulah yang menjadi tujuan liburanku bersama teman-temanku. Dari yang kubaca di internet, bangunan-bangunan yang terdapat didesa itu bisa dikata seperti bangunan-bangunan di Kota Denmark. Aku juga ingin mengunjungi kebun anggur disana.

TETAPI
ITU SEMUA HANYA RENCANA YANG KUBUAT BERSAMA TEMAN-TEMANKU.
Ada banyak alasan dan penjelasan yang bisa aku tulis untuk hal ini tapi tak mungkinlah aku menulis itu semua. Baiklah akan aku beri beberapa alasan dan alasan ini tidak aku buat secara berurutan (sesuai dengan apa yg dipikiran pada waktu menulis ini)
  1. Pertama, aku memiliki orangtua yang sangat overprotective. Aku kira alasan ini tak perlu aku jelaskan pasti kalian sudah bisa menebaknya kan?
  2. Kedua, letak tujuan liburan yang sangat jauh. Hey kalau kalian saja bisa menebak penjelasan point pertama pasti kalian juga bisa menebak penjelasan point kedua inikan?
  3. Ketiga, orangtuaku tak begitu banyak uang untuk memberikan keinginanku selama aku disana. Iya aku hidup bukan dari kalangan yang setiap keinginanku orangtuaku dapat kabulkan. Ketika aku memiliki keinginan, akupun harus berpikir dua kali untuk membicarakannya kepada orangtuaku.
  4. Keempat, aku lupa kalo aku mengambil SP (Semester Pendek), karena aku mengambil SP yang memakan waktu kurang lebih satu bulan.
Hiiaapp!!! Aku kira keempat alasan itu bisa dijadikan semua dasar mengapa rencana liburan indahku GATOT!! hahaha sedih? pasti aku sedih. Senang? hahaha satu-satunya alasan aku senang adalah karena begitu tahu kalo aku tak akan diperbolehkan, teman-temanku tak ada lagi niat untuk berlibur kesana di musim libur ini. Tapi bukan berarti gara-garaku mereka tak bisa menikmati liburan mereka. Beberapa dari mereka tetap jadi liburan jalan-jalannya tetapi tujuan liburannya yang berbeda. hehe :))

My Story Tale

Deket Gara-Gara Menjelang Tes PTN

12:15 PM

Hahaha baru nyadar sekarang kalo aku sekarang deket bener sama L (inisial nama temen). Bukan berarti dulu gak deket, kami dulu juga deket kok cuma gak kayak sekarang. 
Kalo aku inget-inget lagi tuh, aku deketnya gara-gara aku suka nanya-nanya masalah tes PTN. Abisnya dia masih sekolah (kelas 12) jadikan banyak tau tuh yang begituan. Nah kalo aku kan udah jadi alumnus. wkwkw
Awalnya aku nanya apa ya tentang PTN?? haha lupa. Pokoknya kita belum pernah ketemu gitu jadi komunikasinya lewat chatting Whatsapp aja gitu. 
Eh gak gak.. Rasanya sebelum aku nanya-nanya PTN aku pernah curhat sama dia. wkwkw ya curhat tentang kemeranaan nasib cita-cita gak kesampean. hehe nah disitukan kita udah deket tapi bagi aku gak terlalu sih hehe kalo menurut aku yang sekarang udah kayak adek kakak aja gitu.
Nah abis aku curhat kemeranaan aku kita emang suka chatting di personal (dulunya suka chatting di group) tapi gak sesering sekarang. Kalo sekarang hampir tiap hari aku sama L itu chatting, ya kadangan omongin PTN, kadang omongin nasib, kadangan juga omongin.. ya banyaklah.
Nah apalagi sekarang ini kita suka mention di twitter-ku yang @desttiAAR <<< FOLLOW YA ;) hehe promote dikit bolehlah ya hehe
Sebelumnya itu aku pernah ngirim boardcast promote fanbase buatan aku terus aku nyari 5 admin, gak lama tuh si L chat ke personal aku. Katanya dia mau jadi admin. teng teng teng dari semua itulah kami deket kayak kakak adek.. Kami juga suka belajar di WA (Whatsapp) buat masuk PTN ya karena si L tahun ini masuk PTN dan aku mau nyoba lagi. Lewat twitter juga kami pernah belajar bareng wkwkw. 
Sebenernya gak banyak kesamaan diantara kami, tapi gak sedikit juga perbedaan di antara kami. :D
oh iya jurusan sama universitas pilihan kami juga ada yang sama loh hehe.. si L kayak selalu dukung aku buat apa aja dah kalo sekarang ini (misalnya dukungan masuk PTN) dan aku selalu kasih pengalaman yang pernah aku jalanin waktu tes PTN tahun lalu. 
Si L juga sudah tau kalo aku dulu kebanyakan gagal waktu mau masuk PTN makanya pas sekarang aku mau tes lagi ini rada kurang pede gitu tapi si L selalu kasih masukkan positif ke aku :)
Yang hanya bisa aku kasih ke L cuma materi pembelajaran IPS karena L dari jurusan IPA yang semua jurusan di PTN milih IPS. 
Nah ini yang pernah bikin aku ngakak XD waktu kami malem-malem belajar lewat WA, aku tuh ampe kepikiran kalo kita ampe ketemu pas bakalan berduaan melulu hehehe. Aku juga kasih tau ke L tentang pikiran aku ini. Dia juga ketawa ngebayanginnya. Dan kami berdua berharap hal itu emang bener-bener bisa kita alamin. 
hey, jujur aku gak yakin kalo suatu saat kami bertemu aku bakalan kayak di chat selama ini. Pastinya aku kebanyakan diem ketawa-ketawa aja. Dan hal ini juga udah pernah aku ceritain ke L. Katanya asal jangan kebanyak ketawa aja ntarnya XD

My Story Tale

Belum Ada Kepastian, Hanya Harapan yang Ada (Part.2)

11:01 AM

Ketika kakak perempuan pulang ke rumah. Dia mengetuk pintu kamarku dan memaksa untuk masuk. Saat itu aku sedang menangisi ketidakmampuanku untuk membicarakan keinginanku kepada orangtuaku. Akupun membukakan pintu kamar untuknya. Jujur saja pada saat kakakku masuk dan langsung membuka laci kecil yang ada di meja belajarku, aku langsung marah tanpa sebab kepada kakakku dan langsung keluar kamar. Di laci itu ada lembaran-lembaran kertas yang seharusnya aku bicarakan kepada kedua orangtuaku bukan untuk menulisnya dan disimpan begitu saja. Malam itu aku pikir kakakku tahu mengenai hal itu dan akan membicarakannya kepada orangtuaku dan akupun pasti akan dipanggil oleh kedua orangtuaku untuk menjelaskan lembaran-lembaran kertas yang temukan kakakku di laci kamarku. Tetapi hal itu tidak terjadi sampai hari dimana aku memberanikan diri untuk membicarakan keinginanku kepada orangtuaku. Kalau aku ingat-ingat lagi, aku mengawalinya dengan cara yang konyol. Aku memulainya dengan menulis note di smartphone-ku dan meminta mama ku untuk membaca sementara diriku pergi lari keluar kamar (pada saat itu aku sedang di kamar mama) wkwkw..

itu tulisan note yang kubicarakan tadi. maaf untuk privasi sedikit aku blur hehe ... :))

Tak lama mamaku teriak dari kamarnya "BOLEEH" dan keluar kamar. Aku pun mengintip dari sela-sela gorden yang ada di ruang tengah dan tersenyum malu. 
Tapi paginya tak begitu berjalan sesuai dengan apa yang aku ingin setelah aku memberitahu kepada mamaku keinginanku. Setelah memberitahu mama lewat tulisan di note aku pun masih belum berani untuk berbicara banyak mengenai hal itu. Jadi aku pikir mama tidak memberitahu hal itu kepada kakak perempuan dan aku juga berpikir kakak juga sudah tahu maksudku. 
Jadi aku di antar kelokasi dengan mama papa tanpa sepengetahuan kakakku. Tak lama kakakku pergi kekantor, tak lama juga aku dan orangtuaku pergi kelokasi. Selama di mobil lagi-lagi aku tak banyak bicara, aku hanya diam degdegan karena sehari sebelumnya aku tidak menglihat lokasi ruang jadi aku harus mencarinya terlebih dahulu dan nyaris saja telat.

My Story Tale

Belum Ada Kepastian, Hanya Harapan yang Ada (Part.1)

7:22 PM

Miris sekali harus menerima semua kenyataan ini di malam yang seharus aku mendapatkan dukungan dari orang yang bisa membuatku yakin bahwa mimpiku bisa menjadi nyata dan bisa aku capai. Semua ini terjadi begitu saja. Sedih? Tak usah ditanyakan lagi. Hanya karena se-isi rumah yang aku tinggali selama ini memiliki masalah serius didalamnya itu sangat berpengaruh dan menghambat impianku. Sangat aku akui bahwa di rumah yang aku tinggali selama ini memiliki kendala komunikasi satu dengan yang lain. Mereka lebih senang menyimpan omongan mereka dan menerima kekacau yang terjadi karena susah berkomunikasi. Masalah komunikasi dalam rumah itu adalah masalah yang sangat serius bagiku, karena kalau tidak ada tindakan dari penghuni rumah itu maka setiap masalah kecil akan menjadi rumit.
"Aku ingin menjadi Psikolog". Itu yang sering aku ucapkan kepada teman-temanku. Tetapi kalian tahu? Untuk mengucapkan kalimat sederhana itu didepan orang yang aku panggil Mama Papa itu akan menjadi sulit. Jika kalian tahu bahwa kata-kata itu tak ingin orangtua kalian dengar dari mulut kalian.
Sebenarnya mereka sangat mendukungku dulu untuk mencapai keinginanku. Tetapi aku hanya manusia. Manusia kalau sedang di atas sering lupa siapa dirinya sebenarnya. Jadi kesuksesan yang kubuat di sekolah itu adalah kesuksesan karena kerajinanku. Dan kalau menurutku dulu aku tak begitu rajin. Karena KERAJINAN BUKAN DARI KEMAMPUAN/SKILL yang kumiliki. Karena hal bodoh itulah yang membuatku sedikit besar kepala pada saat itu.
Berulang kali aku coba tetapi hasilnya nol sehingga aku harus menempuh hidup dengan penuh keabu-abuan. Coba kalian tembak. Sudah sekian kali aku mengikuti tes untuk mewujudkan keinginanku dan untuk sekian kali pula aku masuk ke lubang yang sama.
Pada saat mencoba yang terakhir kalinya dan itu bukan keinginanku, kalian tahu? Aku berhasil dengan jurusan yang membuatku abu-abu. Jujur pada saat itu aku bangga dengan keberhasilan itu. Coba kalian bayangkan mencoba hal yang sama tetapi tidak ada hasil sama sekali. Jadi wajarlah di kala itu aku bangga.
Belum satu bulan aku menjalaninnya, aku mulai kepikiran dengan ambisiku yang dulu. Satu semester kulalui dengan keraguan dan membuat hasil yang tak begitu membuatku yakin itu bagus. Sedikit ada perkembangan, aku mulai yakin kalau aku menginginkan ambisiku, aku harus berbelok dari jalur yang sudah aku jalani. Semester kedua, masih kujalani dengan keraguan tetapi keraguan itu tak sebanyak yang dulu. Aku sedikit bersemangat dengan ambisiku sehingga membuatku selama proses perkuliah dan melalui MID agak sedikit membuatku kembali ragu seperti yang kualami di semester satu.
Aku berpikir, kalau aku gagal lagi maka tidak hanya satu yang telah aku sia-siakan tetapi begitu banyak yang akan aku buang begitu saja. Jadi begitu UAS aku berusaha kembali kejalan yang memang harus aku lewati. Tetapi aku masih yakin dengan ambisiku.